Rabu, 24 Mei 2017

KOMISI A DPRD Medan Meminta Penangguhan Tahanan, PIMUM LPM ITM Minta Bebas Tanpa Syarat

Rapat Dengar pendapat (RDP)  terkait penangkapan 2 orang Pers Mahasiswa ITM (Fadel Muhammad Harahap dan Fikri Arif), 1 orang mahasiswa USU (Siermensen siahaan) dan 1 warga sipil (Erlangga) berserta penggrebekan sekretariat organisasi mahasiswa (Formadas dan Gema Prodem) paska aksi momentum hari pendidikan nasional yang berakhir ricuh, Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) medan meminta agar Polrestabes medan segera menangguhkan penahanan 4 tersangka tersebut, selasa (23/05). Namun Pimpinan Umum (PIMUM) Lembaga pers mahasiswa Bursa Obrolan Mahasiswa Institut Teknologi Medan (LPM BOM ITM) meminta agar yang ditahan segera dibebaskan Tanpa syarat.
Dengan dilakukannya RDP oleh DPRD KOMISI A, polrestabes medan diminta agar tidak melakukan penggrebekan ulang terhadap sekretariat organisasi mahasiswa serta menangguhkan penahanan ke 3 mahasiswa dan 1 warga sipil yang masih ditahan dengan alasan bahwa ketiga mahasiswa tersebut harus menjalankan aktifitas perkuliahan mereka.
Namun, Syahyan P Damanik selaku Pimpinan Umum Organisasi LPM BOM ITM tatap berkomitmen agar Polrestabes Medan segera membebas mereka yang sampai saat ini masih ditahan tanpa syarat apapun .  Hal tersebut disebabkan 2 dari 4 mahasiswa itu jelas - jelas sedang melakukan peliputan sebagaimana pers mahasiswa biasanya dengan dilengkapi surat tugas dan baju dinas. "Terlepas jika mau ditangguhkan atau bagaimana, tapi saya meminta kepada polrestabes Medan agar kedua kader saya dibebaskan tanpa syarat" ucap syahyan pada saat RDP di ruang rapat DPRD komisi A tersebut.
Dilain sisi, pihak kepolisian merasa dihakimi karena komisi A dianggap selalu menyalahkan polrestabes medan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar